Hyper parenting bisa disebut pola asuh ‘lebay’ / berlebih Menurut Terri Apter, seorang ahli psikiatri remaja dari Newnham College, Cambridge, kecenderungan orangtua untuk “memaksa sempurna” anak-anaknya ini dipicu oleh motivasi dan tuntutan yang dibentuk oleh lingkungan sekitarnya.

 

“Ada anggapan bahwa hal ini adalah pola asuh baru. Orangtua harus mengeluarkan semua potensi anak di usia muda jika orangtua tidak mau kecewa di kemudian hari,” kata Apter.

 

 

Dampak Negatif Hyper Parenting

 

Kurang terampil bersosialisasi

Hyper-parenting akan membuat anak kurang percaya diri, kurang mandiri, mudah menyerah, mudah cemas, dan takut menghadapi dunia luar. Selain itu, anak juga menjadi kurang terampil dalam bersosialisasi.

 

Emosi kaku dan sulit terkontrol

Anak mempunyai emosi kaku dan sulit dikontrol. Selain itu, anak yang terlalu terbebani dengan aturan dan tugas juga akan membuat tenaga dan pikirannya terkuras, yang bukannya tidak mungkin akan berujung pada masalah kesehatan si anak itu sendiri.

 

Terlalu Penurut dan Rentan Depresi

Kebiasaan orangtua mengarahkan anaknya akan membuat anak menjadi terlalu penurut dan kurang bisa mengembangkan bakat dan potensinya sendiri. Banyaknya tugas dari orangtua dan aturan-aturan yang membatasi gerak mereka berpotensi membuat anak tertekan, terbebani, dan rentan depresi.

 

Gangguan Aktifitas Fisik

Pola asuh hiper ini akan menyebabkan dampak negatif pada aktivitas fisik anak. Padahal, aktivitas fisik ini memainkan peran penting dalam menentukan kesehatan mental, fisik, dan sosial anak.

 

Mudah Terserang Penyakit

Penelitian yang dipublikasi di Journal of Allergy and Clinical Immunology mencatat, anak-anak yang tinggal di rumah yang terlalu bersih justru lebih mudah menderita alergi dan asma.

“Orangtua mungkin berpikir anaknya harus sehat sehingga mereka terlalu overprotektif menjaga mereka dari paparan kotoran, debu, jamur. Tapi nyatanya, kotoran adalah bagian dari pengembangan sistem kekebalan tubuh anak. Ketika orangtua menciptakan lingkungan yang steril untuk anak justru membentuk anak menjadi lebih mudah sakit,” ujar Todd Mahr, ahli alergi dan imunologi.

 

Leave Your Reply