Kata Tidak/No termasuk kata-kata awal yang dipelajari anak. Yang ngajarin siapa? Ya orang tua kan?

Anak meniru bagaimana cara menolak adalah wajar. Yang tidak wajar adalah anak tidak diberi kesempatan untuk memilih sehingga setiap instruksi yang tidak menyenangkan langsung dijawab TIDAK /NO!

 

Jadi Bagaimana Mengatasi Serangan ‘No!’ ?

 

* Beri instruksi yang sederhana tapi jelas, misalnya : pegang gelasnya pakai dua tangan. Bukan hati-hati

* Beri instruksi yang ingin agar anak kita KERJAKAN bukan instruksi UNTUK MENGHENTIKAN apa yang anak kerjakan.

* Menawarkan konsekuensi. Contoh: Kalau kamu sudah rapihkan mainan, kamu bisa makan kue untuk snack.

 

Pengingat untuk Orang Tua

* Mengatakan kata ‘tidak’ atau ‘no’ adalah prilaku kebiasaan yang secara tidak sadar dipelajari. Nah apakah sebagai orang tua, kita sering melontarkan kata TIDAK / NO kepada anak? Bila memungkinkan, gunakanlah kata Ya / Yes dalam percakapan dan kalimat yang mengarahkan daripada langsung berkata No

Bila anak sering mengatakan Tidak/No dan mengabaikan instruksi kita, evaluasi dulu apakah :

* perintah kita sudah jelas?

* apakah anak terbiasa harus disuruh berulang-ulang?

* apakah anak terbiasa harus dengan teriak dulu bar

bergerak?

* apakah sebagai orang tua kita tidak memberikan kesempatan anak untuk memilih? Dengan memilih, Anak dapat mengambil keputusan bagi dirinya. Hal ini berhubungan dengan konsekuensi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Anak-anak mungkin masih menggerutu ketika melalukan tugasnya, tetapi orang tua dapat memberikan pujian dari hasil tugas mereka. Abaikan kebawelan protes mereka dan ganti dengan kata-kata pujian yang menghargai keputusan anak untuk melakukan tugas walau tak menyenangkan.

Hal ini akan mengurangi kebiasaan anak untuk langsung melawan orang tua dengan kata TIDAK/NO karena anak juga dapat merasakan manfaat dari melakukan tugas.

 

Leave Your Reply